HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TERHADAP KEMAMPUAN
MANAJEMEN KELAS GURU DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM
MATA DIKLAT DASAR-DASAR TEKNIK LISTRIK DAN ELEKTRONIKA
FAHMI IMANSYAH (5215083417)
Dosen pembimbing Drs. Irzan Zakir, MPd & drs. Edi Sutadi
IRFAN FAUZIYAN
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk adanya hubungan antara persepsi siswa terhadap kinerja manajemen kelas guru dengan motivasi belajar siswa di bidang teknik listrik basis diklat okular dan Kependudukan elektonika dari penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMK Jurusan Listrik Kemala Bhayangkari dan SMKT KAPIN yang berjumlah 154 siswa. Sampel yang digunakan dalam penelitian yang 40 siswa, 20 dari Kemala Bhayangkari dan 20 terletak Dari SMKT KAPIN.
Bab I PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah
Dalam mata diklat DTLE motivasi merupakan sesuatu yang penting, karena terdapat kompetensi dasar menguasai gambar teknik listrik dan elektronika yang membutuhkan tingkat ketelitian yang tinggi, sehingga siswa yang tidak teliti dan tidak sabar akan malas untuk mengerjakannya, maka disinilah diuji kemampuan manajemen kelas guru terhadap siswanya sehingga dapat termotivasi kembali dan bersemangat untuk mengerjakan pekerjaan yang diberikan oleh gurunya. Yang dimaksud dengan persepsi siswa terhadap kemampuan manajemen guru untuk mengelola tempat belajar, bahan pelajaran kegiatan dan waktu, siswa, dan pengelolaan sumber belajar. Sedangkan yang dimaksud motivasi belajar dalam mata diklat DTLE disini yaitu dorongan dari dalam atau luar diri yang menjadikan siswa menghasilkan sesuatu. Untuk mengukur kemampuan manajemen kelas guru, dibutuhkan seorang ahli untuk menilainya, karena keterbatasan peneliti maka dalam penelitian ini menggunakan persepsi siswa tentang kemampuan manajeman kelas guru.
B. Identifikasi Makalah
Dari latar belakang masalah yang dikemukakan dapat diidentifikasi masalah antara lain sebagai berikut :
1. Apakah motivasi belajar siswa dalam mata diklat DTLE dipengaruhi oleh cara mengajar guru ?
2. Apakah motivasi belajar siswa dalam mata diklat DLTE dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam pengelolaan kelas ?
3. Apakah motivasi siswa dalam mata diklat DTLE dipengaruhi oleh perilaku guru di luar kelas?
4. Apakah motivasi belajar siswa dalam mata diklat DTLE dipengaruhi oleh metode belajar yang diberikan oleh guru ?
5. Apakah keberhasilan manajemen kelas guru dapat dilihat dari tingginya motivasi siswa terhadap pelajaran ?
6. Apakah dengan meningkatnya motivasi belajar siswa dalam mata diklat DTLE akan meningkatkan pula hasil yang diperoleh dari proses belajar mengajar ?
7. Apakah ada hubungan antara persepsi siswa terhadap kemampuan manajemen kelas guru dengan motivasi belajar siswa dalam mata diklat DTLE?
C. Pembatasan Masalah
Dari pengidentifikasian masalah di atas ternyata bahwa motivasi belajar siswa dalam mata diklat DTLE merupakan masalah yang luas, rumit dan kompleks. Karena keterbatasan penelitian, maka peneliti membatasi masalah hanya pada hubungan antara persepsi siswa terhadap kemampuan manajemen kelas guru dengan motivasi belajar siswa dalam diklat DTLE.
D. Perumusan masalah
Berdasarkan pembatasan masalah sebagaimana diuraikan diatas, maka permasalahan dalam penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut : apakah ada hubungan antara persepsi siswa terhadap kemampuan manajemen kelas guru dengan motivasi belajar siswa dalam mata diklat DTLE ?
E. Tujuan Penelitian
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendapatkan data, fakta dan informasi yang valid dan dapat dipercaya tentang hubungan antara persepsi siawa terhadap kemampuan manajemen kelas guru dengan motivasi belajar siswa dalam mata diklat DTLE
F. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk memperkaya khasanah ilmu pengetahuan guru, bahwa motivasi belajar siswa dapat dipengaruhi oleh manajemen kelas guru. Seorang guru harus memperhatikan manajemen kelasnya dengan baik sehingga guru tidak ber orientasi pada tuntasnya materi pelajaran saja, tetapi juga memperhatikan motivasi belajar siswanya.
BAB II KERANGKA BERPIKIR
Motivasi dalam mata diklat DTLE merupakan sesuatu yang penting karena dalam mata diklat DTLE terdapat kompetensi dasr menguasai gambar teknik listrik dan elektronika yang membutukan tingkat ketelitian yang tinggi, sehingga siswa yang tidak teliti dan sabar akan kesulitan untuk mengerjakan. Dengan tingkat ketelitian yang tidak boleh salah dalam menggambar symbol dan garis maka apabila siawa tidak memiliki motivasi yang kuat dalam belajarnya maka akan mengurangi tingkat konsentrasinya. Oleh karena itu dibutuhkan peranan guru dalam menumbuhkan motivasi dan konsentrasi siswa, yang salah satu cara dengan manajemen kelas yang baik.
BAB III METEDOLOGI
PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan adalah survey dengan teknik analisis korelasional. Metode survey yaitu melakukan suvey untuk memperoleh data realita persepsi siswa terhadap kemampuan manajemen kelas guru dan motivasi belajar siswa dalam diklat Dasar-Dasar Teknik Listrik dan Elektronika. Dalam penulisan ini yang menjadi variable terikat adalah motivasi belajar siswa dalam mata diklat DTLE. Sedangkan variable bebas dalam penelitian ini adalah persepsi siswa terhadap kemampuan manajemen kelas guru. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan teknik random yaitu yang mengambil seccara acak, sehingga semua subjek dianggap sama. pengambilan sampel berdasarkan daftar hadir siswa di kelas yang dipilih secara acak. Dalam penelitian ini penulis menggunakan instrumen berbentuk angket atau kuesioner yang berbentuk ratingscale (skala bertingkat), yaitu sebuah pernyataan diikuti oleh kolom-kolom yang menunjukan tingkat-tingkatan misalnya mulai dari sangat setuju sampai sangat tidak setuju.
BAB IV HASIL PENELITIAN
A. Deskripsi Data
Data persepsi siswa terhadap kemampuan manajemen kelas guru diperoleh dari pengisian kuisoner dengan memggunakan skala Likert dengan 40 responden, dari dua sekolah yang berbeda. Dari hasil kuisoner tersebut didapat nilai terendah 69 dan nilai tertinggi 109, dengan rentang sebesar 40. Bila dibuat interval maka terdapat 6 kelas dengan panjang interval 7. Rata-rata yang dihasilkan 86,175 dengan simpangan baku 4,87 dan modus 78,92.
B. Pengujian Hipotesis Penelitian
Hipotesis penelitian adalah terdapat hubungan yang positif antara persepsi siswa terhadap kemampuan manajemen kelas guru dengan motivasi belajar siswa dalam mata diklat DTLE. Dengan demikian diduga bahwa semakin baik persepsi siswa terhadap kemampuan manajemen kelas guru maka akan semakin baik pula motivasi belajar siswa dalam mata diklat DTLE, dan sebaliknya.
BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, ternyata antara persepsi siswa terhadap kemampuan manajemen kelas guru dan motivsi belajar siswa dalam mata diklat DTLE terdapat hubungan yang positif. Kemampuan manajemen kelas guru tidak hanya dapat diukur berdasarkan persepsi siswa dikelas, tetapi kemampuan manajemen kelas guru yang sebenarnya dinilai oleh kepala sekolah.
B. Implikasi
Berdasarkan kesimpulan di atas, dapat diimplikasikan bahwa meningkatnya persepsi siswa terhadap kemampuan manajemen kelas guru akan berdampak pada motivasi belajar siswa dalam mata diklat DTLE. Diharapkan dengan adanya penelitian ini guru dapat memperbaiki kemampuan manajemen kelasnya, sehingga siswa termotivasi untuk mengikuti pelajaran yang akan disampaikan.
C. Saran
1. Guru hendaknya memperhatikan kondisi psikologi siswanya ketika
proses belajar mengajar di kelas, olehnkarena itu guru diharapkan dapat mengelola siswanya ketika proses belajar.
2. Guru sebaiknya memahami dan melakukan standar manajemen kelas, karena itu merupakan salah satu guru dalam manajemen kelasnya.
3. Guru sebaiknya dapat memotivasi siswanya agar tak kenal lelah dalam menuntut ilmu.
4. Guru kiranya dapat menjadi teman bagi siswa di dalam maupun di luar kelas selama masih dalam batasan yang wajar.
DAFTAR PUSTAKA
A.M., Sardiman, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta : Rajawali Press, 2003
Hamalik, Oemar, Psikologi Belajar dan Mengajar, Bandung : Sinar Baru Algesindo, 2002
Mulyana, Deddy, Ilmu Komunikasi, Bandung : Remaja Rosada Karya, 2005
Tidak ada komentar:
Posting Komentar