Ahmad Fariz

Tugas I [Kesalahan Skripsi]

PENGGUNAAN TRAINER TERPADU DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR INSTALASI TENAGA PADA MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO

Ahmad Fariz [5215083420]
Merupakan Skripsi dari Agus Supriatna
Pembimbing 1 Rusmono
Pembimbing 2 Triday

Kesalahan 1
Bab1, Page 1
Tujuan pendidikan adalah mengantarkan peserta didik menuju perubuhan tingkah laku baik moral maupun social.
Seharusnya :
Tujuan pendidikan adalah mengantarkan peserta didik menuju perubahan tingkah laku baik moral maupun social.

Kesalahan 2
Bab 1, Page4
Dengan melihat latar belakang masalah, maka dapat didentifikasikan beberapa masalah sebagai berikut:
Seharusnya :
Dengan melihat latar belakang masalah, maka dapat diidentifikasikan beberapa masalah sebagai berikut:

Kesalahan 3
Bab 2, Page 32
Disain penelitian ini menggunakan disain penelitian dengan dua kelompokyang diberi perlakuan yang beerbeda.
Seharusnya :
Disain penelitian ini menggunakan disain penelitian dengan dua kelompok yang diberi perlakuan yang beerbeda.

Kesalahan 4
Bab 2, Page 32
Disain penelitian ini menggunakan disain penelitian dengan dua kelompok yang diberi perlakuan yang beerbeda.
Seharusnya :
Disain penelitian ini menggunakan disain penelitian dengan dua kelompok yang diberi perlakuan yang berbeda.

Kesalahan 5
Bab 3, Hal 30
Ada dua variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu variabel terikat dan bebas.
Seharusnya :
Ada dua variabel yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu variabel terikat dan bebas.






Tugas II [Jurnal]

PEMANFAATAN SINAR INFRA MERAH SEBAGAI PENGATUR ILUMINASI CAHAYA PADA RUANGAN MULTIFUNGSI

Ahmad Fariz [5215083420]
Merupakan Skripsi dari Yuli Setya Wulandari1
Pembimbing 1 Soeprijanto2
Pembimbing 2 Wisnu Djatmiko3

Abstrak
Penelitian ini menggunakan infra merah sebagai masukan pada penerima infra merah, sehingga dapat mengatur iluminasi cahaya pada ruangan multifungsi. Alat ini menggunakan tiga blok rangkaian, yang pertama adalah IC555 yang berfungsi memancarkan sinar infra merah, kedua adalah foto dioda yang berfungsi sebagai penerima sinar infra merah dan yang ke tiga adalah rangkaian driver, pada rangkaian driver ini terdapat transistor yang berfungsi sebagai saklar sehingga dapat menggerakkan relay. Iluminasi cahaya dapat diatur melalui driver ini. Dari hasil pengukuran pemancar infra merah mengeluarkan frekuensi sebesar 250 Hz, rangkaian driver mengeluarkan intensitas penerangan 500 lux, 300 lux, 200 lux dan 0 lux. Iluminasi cahaya pada ruangan multi fungsi dengan hasil kondisi intensitas cahaya sangat terang, terang, redup dan mati.

Karena semakin meningkatnya peranan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya dibidang elektro dan elektronika, karena masyarakat dituntut untuk mengikuti kemajuan teknologi, maka masyarakat menuangkan pemikiran kreatifnya dalam penelitianpenelitian laboratorium. Dalam kehidupan sehari-hari banyak dijumpai peralatan listrik yang dibentuk untuk alat-alat rumah tangga, agar pemakaian efektif perlu adanya kendali.
Alat ini sangat bermanfaat dalam hal penggunaan cahaya lampu dalam sebuah rumah. Dengan memutar tombol pada remote control dapat merubah iluminasi cahaya menjadi redup atau terang, sesuai dengan keinginan dan kebutuhan kita dalam penggunaan ruangan tersebut. Sehingga ruangan dapat memiliki fungsi ganda dalam penggunaannya. Alat ini juga dapat mengurangi penderita mata, karena disini dapat diatur tarang atau redupnya cahaya pada ruangan.

1 Mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika Angkatan 1996 UNJ dan lulus tahun 2002
2 Dosen Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika (Pembimbing Pertama)
3 Dosen Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika (Pembimbing Kedua)

METODE
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen laboratorium. Alat ini merupakan gabungan dari beberapa rangkaian yang berfungsi untuk mengatur iluminasi cahaya pada ruangan secara otomatis. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah multimeter analog, osiloskop, dan luxmeter.
Dalam pembuatan rangkaian dibuat pada papan rangkaian tercetak (PCB). Pembuatan PCB ini dibuat perblok dengan proses penyablonan.
Langkah-langkah pembuatan lay out PCB dilakukan dengan menggunakan kertas kalkir, kemudian PCB tersebut dicelupkan ke dalam larutan Ferri Clorida (Fe. Cl3), dan memasang komponen pada PCB

HASIL
Hasil pengujian rangkaian pembangkit pulsa ditentukan oleh frekuensi keluaran IC555 pada pemancar infra merah. Pada saat rangkaian dihidupkan, gelombang yang keluar dari rangkaian ini masih dalam keadaan sembarang, yaitu gelombang berbentuk garis lurus dan kadang-kadang posisinya berpindah-pindah atau turun. Ddengan ditekannya tombol pada remote control terus menerus maka keluarlah gelombang pulsa clock yang berbentuk gelombang persegi.
Hasil pengujian rangkaian penunda waktu ditentukan oleh frekuensi keluaran IC555 di kaki ke 3 pada rangkaian penerima infra merah yang berbentuk gelombang pulsa atau persegi dengan keluaran yang tinggi atau rendah dengan daya waktu dipengaruhi oleh nilai R dan C.
Hasil pengujian driver ditentukan oleh cara kerja IC4017 yang mempunyai 16 pin terminal dimana outputnya pada pin 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11. Output yang digunakan pada rangkaian ini hanya 4 keluaran yaitu pin 2,3,4,7 (Q0-Q3). Pada saat Q0 aktif maka Q2Q3 tidak aktif dan seterusnya. Hasil pengujian keadaan cahaya dan besar lux ditentukan oleh kesesuaian antara besarnya lux. Besarnya iluminasi cahaya diukur dengan luxmeter dengan jarak 60 cm antara sensor cahaya dengan lampu pijar.
Hasil pengujian nilai resistor dan tegangan beban diukur dengan menggunakan Avometer. Tabel data hasil pengujian nilai resistor dan tegangan beban.

Keluaran Q0 tidak dihubungkan dengan potensio sehingga nilai resistornya tidak ada sedangkan keluaran Q3 tidak dihubungkan ke relay maupun potensio, tetapi langsung dihubungkan ke ground sehingga nilai resistornya juga tidak ada.

PEMBAHASAN
Pada pengujian rangkaian pembangkit pulsa menunjukkan gelombang keluarannya gelombang persegi yang dibangkitkan oleh IC555 sebagai clock atau pewaktu yang terus mengeluarkan gelombang persegi. Hasil yang diperoleh adalah bentuk gelombang persegi dengan frekuensi 384 Hzdan waktu 0,0026 detik selama keluaran tinggi. Pengujian rangkaian penunda waktu menunjukkan gelombang keluaran , gelombang persegi yang dipicuoleh schmitt triger.
Pengujian rangkaian driver menunjukkan mencacah keluaran Q0-Q3 dengan besar 4 bit, proses ini dapat dilakukan secara manual dengan menggunakan remote control. Pengujian keadaaan cahaya dan besarnya lux menunjukkan hasil keluaran yang sesuai. Pengujian nilai resistor dan tegangan beban juga menunjukkan hasil yang bersesuaian yaitu besarnya nilai arus mendekati 0,002 A pada Q1 dan Q2.
Alat pengatur iluminasi cahaya pada ruangan multifungsi dengan memanfaatkan sinar infra merah dapat dimanfaatkan sebagai alat pengendali tanpa harus menggunakan perangkat pengendali yang rumit dalam hal perangkat keras. Dalam bidang pendidikan alat ini dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk memahami prinsip dasar perubahan iluminasi cahaya lampu yang dapat menjadi masukan berharga dan merupakan tambahan pengetahuan dalam mempelajari teknik penerangan dan teknik elektronika digital.

KESIMPULAN DAN SARAN
Untuk penelitian selanjutnya dapat dilakukan pengembangan dari alat ini mengenai sistem pengaturan luminasi cahaya dengan menggunakan perangkat keras lainnya atau dapat juga mengembangkan alat ini untuk dimanfaatkan sebagai pengaturan peralatan output lainnya selain untuk mengatur luminasi cahaya.

DAFTAR PUSTAKA
-Harten, P.Van dan Setiawan, Ir.E. Instalasi Listrik Arus Kuat 2. Bandung: Bina Cipta, 1981.
-Ogata,Katsuhiko. Teknik Kontrol Otomatik(Sistem Pengaturan). Jakarta: Erlangga, 1993.
(Jurnal penelitian ini disunting oleh Ahmad Fariz, mahasiswa jurusan Teknik Elektro program studi Pendidikan Teknik Elektronika, Noreg :5215083420).

KRITIK DAN SARAN
Dalam proses pembuatan lay out di PCB, cara yang digunakan oleh penulis sudah ketinggalan jaman karena dalam penyablonan di skripsi ini masih menggunakan aklirik, padahal sekarang sudah menggunakan sebuah program yang dapat menggambar lay out dengan mudah. Dalam penulisan skripsi ini sudah tidak diperlukan lagi untuk membuat lubang pada PCB karena sekarang sudah ada PCB bolong yang dapat mempercepat proses merakit komponen.